Teknik Membina Pramuka ~ Info Jempol

Monday, December 26, 2011

Teknik Membina Pramuka


kakak kakak semua.... saya yakin masi bnyak dari kakak kakak semua yang masih bingung dalam membina adik-adik peserta didik di pramuka,,, termasuk saya,,,,heheh...
trkadang kita juga kewalahan menghadapi adik-adik terutama tingkat prngggalan SD yang super aktif.. dan kemuadian juga kita ragu apakah cara kita membina sudah benar, apalah materi dan pendidikan mental ang lkita berikan sudah bisa diterima dengan baik o leh adik-adik didik kita,,,,
naaahhh,,,, disini saya baru merangkum hal hal yang mungkin dapat bermandfaat bagi kakak-kakak semua dalam membina...

 TEKNIK MEMBINA

tekniktek.nik
[n] (1) pengetahuan dan kepandaian membuat sesuatu yg berkenaan dng hasil industri (bangunan, mesin): sekolah --; ahli --; (2) cara (kepandaian dsb) membuat atau melakukan sesuatu yg berhubungan dng seni; (3) metode atau sistem mengerjakan sesuatu

Referensi:
 http://kamusbahasaindonesia.org/teknik#ixzz1gcg6dZYw

bi.na
[v] mem.bi.na v (1) membangun; mendirikan (negara dsb): kita bersama-sama -- negara baru yg adil dan makmur; (2) mengusahakan supaya lebih baik (maju, sempurna, dsb): -- bahasa Indonesia, berarti ikut -- bangsa Indonesia n Sas] akumulasi dan akselerasi secara bertahap dl tempo, intensitas, emosi, dan kelakuan untuk mencapai titik klimaks dl drama

membina watak
mem.bi.na watak
pembangunan watak manusia sbg pribadi dan makhluk sosial melalui pendidikan dl keluarga, sekolah, organisasi, pergaulan, ideologi, dan agama

Referensi:
 http://kamusbahasaindonesia.org/membina/mirip#ixzz1gchWxnPm

membina kesatuan bangsa
mem.bi.na kesatuan bangsa
penyatuan bangsa dan golongan keturunan asing dng cara sedemikian rupa sehingga dl segala aspek kehidupan bermasyarakat, kesukuan dan keturunan sudah tidak sesuai lagi untuk dikembangkan

Referensi:
 http://kamusbahasaindonesia.org/membina/mirip#ixzz1gchkNjo6

MEMBINA PESERTA DIDIK
Membina adalah suatu Upaya :
  1. Pendidikan
  2. Peningkatan
  3. Improvisasi
  4. Memajukan
    yang menjadi target obyeknya adalah orang.
Membina Pramuka
Adalah sebagai  proses pendidikan berisi kegiatan memperkenalkan, menumbuhkan, membimbing dan mengembangkan :
a.        Dasar kepribadian yang seimbang, utuh dan selaras.
b.       Pengetahuan dan ketrampilan yang sesuai bakat.
c.        Keinginan serta kemampuan yang merupakan bekal dalam hidup dan kehidupannya.
Pembinaan Kepada Peserta Didik, sesuai dengan minat  dan bakat nya untuk mengabdidan berkarya
Hal tersebut dilakukan dengan proses :
a.        Learning by doing
b.       Lerning to earn
c.        Earning to live
d.       Living to serve
e.        Learning by teaching
    Tahukah anda artinya …..?
Penerapan Pembinaan dengan kegiatan dapat melalui :

Bagaimanakah peran dan sikap dalam Proses pembinaan kepada anak didik, Untuk itu seorang Pembina hendaknya :
  1. Menerapkan sistim Among
  2. Melaksanakan PDK dan MK dalam setiap Kegiatan Kepramukaan.
  3. Menguasai benar mengenai metode yang akan diterapkan, yaitu sebelumnya perlu mengetahui bakat, minat dan keadaan , kemampuan serta kebutuhan peserta didik.
  4. Menciptakan kegiatan yang menarik dan menyenangkan / Tidak membosankan 
  5. didasarkan atas kesukarelaan.
  6. Memperlakukan peserta didik sebagai subyek pendidikan, melibatkan dalam penyusunan kegiatan sesuai manfaat dan kebutuhan.
  7. Kegiatan yang disajikan sesuai dengan perkembangan jasmani dan rohani serta golongan usia peserta didik.
  8. Memperhatikan faktor lingkungan pendidikan, karena faktor lingkungan memiliki pengaruh besar bagi peserta didik.
  9. Seorang pembina hendaknya menguasai bahan latihan dan dapat pula mengunakan tenaga orang lain yang lebih ahli/ menguasai materi latihan.
Membina adalah seni, dan tehnik membina yang tepat adalah  dengan cara memiliki pengalaman yang didapat yaitu melakukan kegiatan bersama anak didik.
Dalam berkarya seorang pembina harus memiliki semboyan.
Semboyan seorang Pembina adalah :
IKHLAS BHAKTI BINA BANGSA BER BUDI BAWA LAKSANA
Lambang Pendidikan Anggota Dewasa dalam Gerakan Pramuka


  
Pernahkah anda tahu bahwa lembaga pendidikan memiliki lambang pendididkan bagi anggota dewasa, seperti tampak pada gambar disamping ini. Terdiri dari bagian/ bentuk seperti mata rantai, Juluran lidah api, bintang, jantung yang berbentuk perisai dengan warna merah putih, garis tebal katulistiwa dan lain – lain yang masing masing memiliki arti/ makna.
Di dalam lambang tersebut juga dicantumkan semboyan/ motto yang berbunyi “ IkhlasBakti Bina Bangsa Ber Budi Bawa Laksana “, artinya : Ikhlas berbakti yakni dengan murni dan suci hati memberi, menyumbang, menderma, yang baik dalam upaya ikut serta membina, membangun bangsa dengan jalan meluberkan, membeberkan, menumpahkan, melimpahkan budi serta kewajiban dalam melaksanakan budi serta kewajiban dalam melaksanakan daya upaya tersebut.  

Sistem Among
1.    Sistem pendidikan dalam Gerakan Pramuka berlandaskan Sistem Among.
2.    Sistem Among merupakan proses pendidikan yang membentuk anggota Gerakan Pramuka berjiwa merdeka, disiplin, dan mandiri dalam kerangka saling ketergantungan antar manusia.
3.    Pendidikan Kepramukaan jika ditinjau dari hubungan antara anggota dewasa dengan anggota muda bersendikan Sistem Among.
4.    Sistem Among pada Gerakan Pramuka berarti mendidik anggota Gerakan Pramuka menjadi insan merdeka jasmani, rohani dan pikirannya, disertai rasa tanggung jawab dan kesadaran akan pentingnya bermitra dengan orang lain.
5.    Sistem Among mewajibkan anggota Gerakan Pramuka melaksanakan prinsip-prinsip kepemimpinan sebagai berikut:
a.     Ing ngarso sung tulodo, maksudnya di depan menjadi teladan.
b.     Ing madya mangun karso, maksudnya di tengah membangun kemauan.
c.     Tut wuri handayani, maksudnya dari belakang memberi dorongan dan pengaruh yang baik kea rah kemandiriaan.
6.    Dalam melaksanakan tugasnya anggota dewasa wajib bersikap dan berperilaku berdasarkan:
       a.    kasih-sayang, kejujuran, keadilan, kepatutan, kesederhanaan, kesanggupan berkorban dan rasa kesetiakawanan sosial.
        b.    Disiplin disertai inisiatif dan tanggung jawab terhadap diri sendiri, sesama manusia, negara dan bangsa, alam dan lingkungan hidup, serta bertanggung-jawab kedada Tuhan Yang Maha Esa.
7.     Hubungan anggota dewasa dengan anggota muda merupakan hubungan khas, yaitu setiap aggota dewasa wajib memperhatikan perkembangan anggota muda secara pribadi agar pembinaan yang dilakukan sesuai dengan tujuan Gerakan Pramuka.
8.    Anggota dewasa berupaya secara bertahap menyerahkan pimpinan kegiatan sebanyak mungkin kepada anggota muda, untuk selanjutnya anggota dewasa secara kemitraan memberi semangat, dorongan dan pengaruh yang baik.
KODE ETIK PEMBINA PRAMUKA
1. Pengertian
Kode Etik Pembina adalah suatu pedoman dari sikap, jiwa serta kehormatan seorang Pembina Pramuka dalam kehidupannya sebagai Pembina Pramuka maupun dalam kehidupannya sebagai seorang anggota masyarakat. Dengan demikian diharapkan seorang Pembina Pramuka senantiasa dapat mengendalikan dirinya dan menjiwai serta menjunjung tinggi nilai-nilai etika dalam penampilannya sebagai seorang Pembina Pramuka.

2. Maksud dan Tujuan
Ditetapkan Kode Etik Pembina Pramuka memiliki maksud dan tujuan sebagai upaya agar harkat dan nilai serta kewibawaan seorang Pembina Pramuka dapat dijunjung tinggi dan tetap dipertahankan.

3. Aspek-aspek Yang Dituntut Dari Seorang Pembina Pramuka
a. Segi Kepribadian :
a) Memiliki ruang lingkup pergaul`n yang luas.
b) Mampu berkomunikasi dengan orang lain.
c) Memiliki jiwa kepribadian.

b. Segi Sikap :
1)    Batiniah    :    Berpandangan luas, memiliki perhatian pada orang lain berorientasi ke depan, kreatif, berpendirian, humoris memiliki jiwa pengabdian, obyektif, demokratis, adil, tidak memihak, jujur, kritis, ulet, sabar, disiplin, percaya diri, mau meningkatkan diri.

2)    Lahiriah    :    Sopan, ramah, lemah lembut, komunikatif, tegas, tidak kaku, simpatik, menarik, mantap, dewasa, luwes, dinamis, cerdik, teliti, sigap, tangkas, cekatan, lincah.

3).    Segi Kemampuan    :    Sebagai manajer, nara sumber, pendorong, pembaharu,peneliti, pendidik,    pengajar, pelatih.

4. Bentuk Kode Etik Pembina Pramuka 
Ialah Pembina Pramuka yang berkualitas adalah Pembina Pramuka yang tidak hanya bersikap sebagai pamong dan contoh hidup manusia Pancasila, tetapi juga harus menjadi Pembina Pramuka yang efektif, yaitu :

a. Terbuka dan mau menerima serta melaksanakan perubahan karena tuntutan zaman.
b. Mempunyai visi jauh ke depan dan cakrawala yang luas.
c. Mandirim kreatif inovatif dan disiplin.
d. Mau memberi dan menerima gagasan-gagasan baru.
e. Menyadari bahwa kepramukaan itu oleh dan untuk peserta didik dengan bimbingan dan tanggungjawab  
    Pembina Pramuka.
f. Memahami dan menghayati dan menerapkan Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan 
    serta Sistem Among.
g. Memahami dan menghayati watak, sikap laku, cita, citra serta karsa generasi muda saat ini.
h. Selalu berupaya membina dan mengembangkan diri, sehingga benar-benar kompeten dalam 
    melaksanakan tugasnya.

5. Pelaksanaan Kode Etik Pembina
1. Setiap Pembina Pramuka berkewajiban untuk senantiasa berusaha menjaga sikap, jiwa serta kehormatannya dengan seoptimal mungkin melaksanakan Kode Etik Pembina Pramuka.
2. Setiap Pembina Pramuka hendaknya menyadari bahwa Kode Etik Pembina Pramuka bersifat mengikat, baik dalam kehidupannya sebagai Pembina Pramuka maupun sebagai anggota masyarakat.  

PENGERTIAN MENGUJI DAN UJIAN KECAKAPAN
1.         “Menguji” dalam Gerakan Pramuka adalah “menilai“ kecakapan/ kemahiran seorang Pramuka/ peserta didik untuk memperoleh Tanda Kecakapan Umum atau Tanda Kecakapan Khusus. Dengan ujian itu benar-benar dapat dipertanggungjawabkan dan memenuhi syarat-syarat minimal yang ditentukan, yang sesuai dengan situasi dan kondisi Pramuka yang bersangkutan.
2.         Kepramukaan adalah proses pendidikan dalam bentuk kegiatan menarik dan menyenangkan yang dilaksanakan dengan prinsip-prinsip dasar metodik pendidikan kepramukaan dalam rangka mencapai tujuan Gerakan Pramuka. “Ujian” dalam Gerakan Pramuka bagi seorang Pramuka merupakan kegiatan menarik dan menyenangkan yang memberikan padanya tambahan pengetahuan dan pengalaman serta rasa yakin akan kemampuan dan kemahiran yang dimilikinya. Oleh karena itu “ujian” dalam Gerakan Pramuka adalah alat pendidikan untuk mencapai tujuan Gerakan Pramuka.

MENGAPA PERLU MENGUJI DAN UJIAN ?
1.      Menguji bagi penguji (Pembina Pramuka) itu merupakan usaha untuk meyakinh tentang :
a.  Hasil proses pendidikan yang ia selenggarakan
b.  Usaha yang dilakukan peserta didik yang dibinanya
c.  Kemampuan dirinya sebagai Pembina dalam melaksanakan tugasnya. Dengan landasan itu, maka menguji perlu untuk menilai proses pendidikan baik yang dialami peserta didik maupun yang ia alami sendiri.
2.      Ujian bagi Pramuka yang mengalami ujian itu merupakan tantangan yang harus dihadapi. Pembina Pramuka harus mampu memberi motivasi kepada Pramuka yang dibinanya untuk menghadapi tantangan itu dengan penuh keyakinan. Dengan ujian itu, maka seorang pramuka akan :
a.  Yakin tentang kemampuan dan kemahiran yang dimilikinya.
b.  Yakin tentang kesanggupan baik mental maupun fisiknya.
Akhirnya para Pramuka itu akan melaksanakan pengabdian kepada masyarakat dengan tabah dan yakin.

BAGAIMANA CARA MENGUJI DALAM GERAKAN PRAMUKA ?
1.      Dilihat dari sudut pelaksanaannya sebagai kegiatan, menguji itu ada dua cara, ialah :
a.  Menguji secara langsung. Dengan cara langsung ini, Pramuka yang diuji mengetahui tentang mata ujian yang akan ditempuh, waktu, tempat serta pengujinya.
b.  Menguji dengan cara tidak langsung
Dengan cara tidak langsung, Pramuka mengikuti suatu kejadian dan tidak mengetahui bahwa ia sedang diuji.
Contoh : Pada akhir kegiatan itu, tiba-tiba Pembinanya memberitahukan bahwa ia lulus untuk suatu mata ujian SKU dan membubuhi tanda tangannya. Cara ini dilaksanakan untuk ujian SKU, khususnya bagi Pramuka yang segan atau takut menempuh ujian.
2.      Dilihat dari sudut sasaran penilaian, maka menguji dilakukan dengan :
a.  Nilai formal, ialah titik berat penilaian pada usaha dan daya upaya yang sungguh-sungguh dari peserta didik untuk mencapai hasil yang diharapkannya.
b.  Nilai material, ialah titikberat penilaian pada materi atau hasil yang dicapai oleh peserta didik dari usahanya.
3.  Dalam Gerakan Pramuka, filsafat sebagi pedoman dalam menguji adalah “Tujuan itu harus dicapai dengan berusaha, mengeluarkan tenaga dan daya upaya yang sungguh-sungguh”.
Oleh karena itu dalam menguji harus menitikberatkan pada nilai formal daripada nilai material. Tegasnya nilai formal yang primer dan nilai material yang sekunder.
4.  a.       Namun demikian, Pembina Pramuka harus ingat bahwa :
“Pembina Pramuka itu menitikberatkan kepada nilai formal, sedangkan peserta didik (Pramuka) menitikberatkan kepada nilai material.
b.  Pandangan Pembina Pramuka adalah :
“Asal sudah terbukti anak didik itu berusaha sungguh-sungguh walaupun tidak berhasil secara maksimal, harus meluluskan peserta didik yang diujinya”.
c.  Pandangan peserta didik adalah :
“Mereka harus mengejar hasil daripada usahanya. Jika tidak mencapai hasil itu, mereka menganggap mereka tidak lulus”.
d.  Pembina Pramuka harus merahasiakan pandangan itu terhadap peserta didik. Ia harus bijaksana dan berlayar dengan baik diantara dua pulau (nilai formal dan nilai material).
Sebabnya :
Kalau mengutamakan nilai formal semata-mata, wibawa Pembina Pramuka akan dipandang rendah oleh peserta didik ( seolah-olah begitu mudah meluluskan mata ujian kecakapan ), sebaliknya kalau mengutamakan nilai material semata-mata, Gerakan Pendidikan Kepramukaan tidak akan berkembang.
5.  Penilaian Syarat Kecakapan Umum (SKU) harus didasarkan pada nilai formal. Penilaian Syarat Kecakapan Khusus (SKK) harus didasarkan pada nilai material.
6.  Dalam menguji selalu dilaksanakan dengan prinsip-prinsip dasar metodik pendidikan kepramukaan.
7.  Menguji harus dilakukan secara perseorangan dan tidak secara massal. Kala mata ujian harus dilaksanakan secara berkelompok, maka penilaian tetap pada perorangan.
8. Pembina Pramuka dapat menggunakan tenaga ahli/ orang lain untuk menguji peserta didiknya, namun yang membubuhkan tanda tangan adalah pembinanya selaku penanggungjawab dalam pendidikan kepramukaan.

BAGAIMANA UJIAN DALAM GERAKAN PRAMUKA ?
1.      Kepramukaan adalah proses pendidikan dalam bentuk kegiatan menarik, menyenangkan, dan supaya diikuti oleh setiap Pramuka. Ujian dalam Gerakan Pramuka, sebagai alat pendidikan adalah juga kegiatan kepramukaan. Oleh karena itu ujian dalam Gerakan Pramuka pun harus menarik, menyenangkan dan tidak menakutkan Pramuka.
2.      Ujian dalam Gerakan Pramuka harus dilaksanakan dengan prinsip-prinsip dasar metodik pendidikan kepramukaan.
3.      Ujian dalam Gerakan Pramuka harus dilaksanakan dalam bentuk praktek secara praktis dan sesuai dengan kepentingan, keperluan, situasi, dan kondisi Pramuka yang diuji. Demikian juga adat istiadat dan kebiasaan baik maupun masyarakat setempat harus diperhatikan.
4.      Sifat penguji dalam pelaksanaan ujian harus didasarkan pada Sistim Among dan :
a.  Rasa cinta kasih, rasa keadilan, rasa kepantasan, dan rasa kesanggupan berkorban.
b.  Rasa disiplin disertai inisiatif.
c.  Rasa tanggung jawab terhadap Tuhan, masyarakat, dan diri sendiri.




INFO JEMPOL
http://infojempol.blogspot.com/

0 comments:

Post a Comment